Wednesday, October 2, 2019


                      Makalah Penilaian Hutan                                                   Medan,  Oktober 2019
MANFAAT EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN KAYU 
SUKUN (Artocarpus communis)

Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
   Disusun Oleh :
Rojula         171201053
MNH 5











 



PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
          Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah Penilaian Hutan ini. Makalah yang berjudul “Manfaat Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu Sukun (Artocarpus communis)” ini dibuat untuk memenuhi syarat dalam tugas Penilaian Hutan bagi mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M
.Si selaku dosen penanggungjawab dalam mata kuliah Penilaian Hutan.  Penulis juga mengucapkan trimakasih kepada pihak-pihak yang telah meberikan arahnnya sehingga makalah ini selesai dengan tepat pada waktunya.
            Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makala ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan oleh penulis.





Medan,  Oktober 2019



Penulis











BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bersifat material (bukan kayu) yang diambil dari hutan untuk dimanfaatkan bagi kegiatan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya mengubah haluan pengelolaan hutan dari timber extraction menuju sustainable forest management, HHBK atau Non Timber Forest Product (NTFP) memiliki nilai yang sangat strategis. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan salah satu sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan bersinggungan langsung dengan masyarakat di sekitar hutan. Kontribusi HHBK (rotan, damar, arang, getah-getahan, gaharu, dll). Di Indonesia sampai saat ini budidaya tanaman HHBK belum banyak dilaksanakan, sebagian besar produk HHBK masih diambil dari dalam hutan sehingga produksi HHBK yang berkesinambungan tidak lagi terjamin. Akibatnya sumberdaya HHBK menjadi hancur bahkan beberapa jenis masuk kategori langka, seperti gaharu, damar rasak, jelutung, kapur barus, jermang, ketiau, balau dan lain-lain (Moko, 2008).
Pemanfaatan HHBK yang lebih optimal didapatkan dengan jenis HHBK yang lebih beragam, sehingga akan lebih banyak produk yang dapat dipasarkan. Hasil dari agroforestri di suatu wilayah yang didiversifikasi akan meningkatkan macam produk yang akan dipasarkan, sehingga diharapkan dapat menunjang perekonomian masyarakat pedesaan (Wulandari, 2013).
Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di Indonesia dan keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu dinyatakan hasil hutan bukan kayu adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Hasil hutan bukan kayu meliputi rotan, bambu, getah, daun, kulit, buah, dan madu serta masih banyak
lagi (Nona, 2017).
pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dengan pola yang baik serta pembinaan dari instansi kehutanan dapat mengurangi kegiatan penebangan liar oleh masyarakat. Hasil hutan berupa buah dan daun dapat dikonsumsi secara langsung. Masyarakat di sekitar hutan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu seperti sagu, umbi-umbian, buahbuahan, sayur-sayuran untuk dijadikan bahan konsumsi sehari-hari. Selain memanfaatkan tanaman konsumsi penggunaan tumbuhan obat-obatan, rotan, bambu, beserta pengambilan kayu bakar juga dilakukan di sekitar hutan (Rachman et al., 2007).
Buah sukun (Artocarpus communis) merupakan buah yang tinggi akan karbohidrat sebagai sumber energi namun pemanfaatannya sebagai alternatif makanan pokok yang masih belum dimaksimalkan padahal keberadaannya melimpah. Produksi sukun di Indonesia terus meningkat dari 35.435 ton pada tahun 2000 menjadi 92.014 ton pada 2007. Buah sukun (Artocarpus communis) merupakan buah yang tinggi akan karbohidrat sebagai sumber energi namun pemanfaatannya sebagai alternatif makanan pokok yang masih belum dimaksimalkan padahal keberadaannya melimpah. Produksi sukun di Indonesia terus meningkat dari 35.435 ton pada tahun 2000 menjadi 92.014 ton pada 2007 (Harisina 2016).
1.2    Rumusan Masalah
1.    Apa klasifikasi dan deskripsi dari pohon sukun?
2.    Apa saja kegunaan dari pohon sukun?
3.    Bagaimana pertumbuhan pohon suku di Indonesia ?
4.    Apa saja karakteristik sukun?
1.3    Tujuan
1.    Untuk mengetahui klasifikasi dan deskripsi dari pohon sukun.
2.    Untuk mengetahui kegunaan dari pohon sukun.
3.    Untuk mengetahui pertumbuhan pohon suku di Indonesia.
4.    Untuk mengetahui karakteristik sukun.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Klasifikasi dan deskripsi dari pohon sukun

 







Kingdom    : Plantae
Divisio        : Spematophyta
Subdivision : Angiospermae
 Class          : Dicotyledonae
Subclass      : Hamamelidae
Ordo           : Urticales
Family        : Moraceae
Genus         : Artocarpus
Spesies        : Artocarpus communis
       Tanaman sukun (Artocarpus communis) merupakan tanaman hutan yang tingginya mencapai 20 meter, kayunya linak dan kulit kayu berserat kasar. Ciri-ciri fisik tanaman sukun (Artocarpus communis) antara lain: semua bagian tanaman bergetah encer, daunnya lebar, menjari dan berbulu kasar, batangnya besar, agak lunak, dan bergetah banyak, cabangnya banyak, pertumbuhannya cenderung ke atas. Bunga sukun (Artocarpus communis) berkelamin tunggal (bunga jantan dan bunga betina terpisah), tetapi berumah satu. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting. Bunga jantan terbentuk tongkat panjang yang disebut ontel. Bunga betina berbentuk bulat bertangkai pendek (babal) seperti pada nangka.
       Kedudukan daun mendatar, melebar dan menghadap ke atas bunganya yang berumah satu. Pada saat muda bunga berwarna hijau dan kekuningan pada saat tua. Umur bunga jantan dan betina relatif pendek, bunga jantan 25 hari dan bunga betina ± 90 hari, letaknya bunga jantan atau betina berada di atas pangkal daun. Buahnya berbentuk bulat sampai sedikit agak lonjong. Buah muda berkulit kasar dan berkulit halus pada saat tua serta berwarna hijau kekuningan. Beratnya dapat mencapai 4 kg/buah. Daging buah berwarna putih cenderung krem dan rasana agak manis serta memiliki aroma yang spesifik, tidak berbiji sehingga perbanyakannya dengan cara stek dan sambung. Kulit buah menonjol rata sehingga tampak tidak jelas yang merupakan bekas putik dari bunga sinkarpik.
2.2    Kegunaan Pohon Sukun
         Kegunaan tanaman sukun (Artocarpus communis) buah dapat digunakan sebagai bahan makanan pokok, bunga dapat diramu sebagai obat untuk menyembuhkan sakit gigi, daun dapat digunakansebagai pakan ternak, dapat juga diramu sebagai obat, yaitu menurunkan tekana darah dan kayu sukun tidak terlalu kuat, elastis dan tahan rayap, digunakan sebagai bahan bangunan antara lainmebel, partisi interior, papan selancar dan peralatan rumah tangga lainnya. Serat kulit kayu bagian dalam dari tanaman muda dan ranting dapat digunakan sebagai material serat pakaian
2.3    Untuk mengetahui pertumbuhan pohon suku di Indonesia
       Sukun dapat tumbuh baik pada daerah tropika basah, cocok pada iklim yang panas (suhu 20-40) dan lembab (curah hujan 2000-3000). Pohon sukun lebih di dataran rendah sekitar equator (di bawah 600 mdpl). Iklim makro yang sangat ideal untuk pertumbuhan sukun adalah di tempat terbuka dan banyak menerima sinar matahari. Tanaman sukun dapat tumbuh hampir pada segala jenis tanah, kecuali pada tanah berkadar garam tinggi. Pertumbuhan sukun akan lebih baik pada tanah aluvial yang dalam dengan drainase yang cukup, lembab dan kaya humus.
       Tanaman sukun di duga berasal dar Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Hal ini dapat dilihat, bahwa keragaman genetik tanaman sukun terdapat di Indonesia dan Papua New Guinea. Nama sukun sesuai dengan buahnya yang tidak berbiji sama sekali, yang mirip dengan kerabat dekatnya keluwih yang berbiji normal.
       Di Indonesia sukun mempunyai daerah tempat tumbuh alami yang cukup luas yaitu di Yogyakarta, Cilacap Blitar dan Banyuwangi, sedangkan di luar Jawa terdapat di Sumatera (Aceh, Batak dan Nias), Nusa Tenggara (Bali, Bima, Sumba Universitas Sumatera Utara 12 dan Flores), Sulawesi (Gorontalo dan Bone) Maluku dan Irian Jaya.
       Pertumbuhan tanaman merupakan hasil interaksi yang kompleks antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini meliputi faktor intrasel (Sifat genetik atau hereditas) dan intersel (Hormon dan enzim). Faktor eksternal meliputi air tanah dan mineral, kelembaban udara, suhu udara, cahaya dan sebagainya.
       Sebagian besar masyarakat umumnya mengartikan pupuk kandang adalah hasil akhir pembuangan (kotoran) hewan dan telah banyak diaplikasikannya dalam kegiatan bercocok tanam. Pupuk kandang merupakan hasil samping yang cukup penting, terdiri dari kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang bercampur sisa makanan, dapat menambah unsur hara dalam tanah.
2.4 Karakteristik sukun
      Tanaman sukun memiliki kulit kayu berserat kasar, dan semua bagian tanaman bergetah encer. Daunnya lebar, bercagap menjari dan berbulu kasar. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting, tetapi masih dalam satu pohon (berumah satu). Bunga jantan berbentuk tongkat panjang yang biasa disebut ontel. Bunga betina berbentuk bulat bertangkai pendek yang biasa disebut babal seperti pada nangka. Bunga betina ini merupakan bunga majemuk sinkarpik seperti pada nangka. Kulit buah bertonjolan rata sehingga tidak jelas yang merupakan bekas putik dari bunga sinkarpik tersebut.







KESIMPULAN
1.      Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di Indonesia dan keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.
2.      Buah sukun (Artocarpus communis) merupakan buah yang tinggi akan karbohidrat sebagai sumber energi namun pemanfaatannya sebagai alternatif makanan pokok yang masih belum dimaksimalkan padahal keberadaannya melimpah.
3.      Tanaman sukun (Artocarpus communis) merupakan tanaman hutan yang tingginya mencapai 20 meter, kayunya linak dan kulit kayu berserat kasar. Kedudukan daun mendatar, melebar dan menghadap ke atas bunganya yang berumah satu.
4.      Kegunaan tanaman sukun (Artocarpus communis) buah dapat digunakan sebagai bahan makanan pokok, bunga dapat diramu sebagai obat untuk menyembuhkan sakit gigi, daun dapat digunakansebagai pakan ternak, dapat juga diramu sebagai obat, yaitu menurunkan tekana darah dan kayunya dibuat untuk bahan bangunan.
5.      Tanaman sukun memiliki kulit kayu berserat kasar, dan semua bagian tanaman bergetah encer. Daunnya lebar, bercagap menjari dan berbulu kasar. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting, tetapi masih dalam satu pohon (berumah satu). Bunga jantan berbentuk tongkat panjang yang biasa disebut ontel.










DAFTAR PUSTAKA
Harisina., A., Annis dan Farapati. 2016. Pengaruh substitusi buah sukun (Artocarpus comunis) dan kacang hijau (Vigna radiata) terhadap daya terima dan kandungan protein flakes. Universitas Airlangga. Surabaya.

Moko., H. 2008. Menggalankan hasil hutan bukan kayu sebagai  produk unggulan. Balai besar penelitian bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan. Vol. 6(2).

Nona., Farah dan Fahrizal. 2017. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat di desa Labian Ira’ang dan desa datah diaan di kabupaten Kapuas Hulu. Poonianak. Jurnal Hutan Lestari.Vol. 5(1).

Widowati., S. 2009. Prospek sukun (Artocarpus comunis) sebagai pangan sumber karbohidrat dalam mendukung diversifikasi konsumsi pangan.


















24 comments:

  1. unch banget artikelnya, suka deh bacanya

    ReplyDelete
  2. Duhh jadi makin nambah wawasan ni kak 😊

    ReplyDelete
  3. Mantul kak roroooo. Nambah wawasankuu

    ReplyDelete
  4. Makasih banyakk kak infoo nyaa, bertambah ilmu ku tetnang manfaat dari sukunn ini, suksess teruss yaa kk

    ReplyDelete
  5. Bagus ini pembahasannya menambah ilmu 👍

    ReplyDelete